Menunggu dan berharap di khitbah seseorang
Asslmkm..
Pak ustadz, saya seorang akhwat berusia 20th dan masih mencari ilmu disebuah perguruan tinggi negeri. Beberapa hari yang lalu saya memutuskan ikatan dengan pacar saya (sebut saja si A) karena saya tahu bahwa itu salah dan saya sedang bersiap menjadi pengemban dakwah. Saya merasa sangat sedih karena saya sudah pacaran selama 3 thn dan saya sangat mencintainya.
Bolehkah saya menunggunya dengan sepengatahuannya atau tidak?
Jika boleh, bolehkah saya meminta si A mengkaji islam lebih dalam bersama sebuah jamaah/organisasi islam seperti yang saya lakukan? Karena saya ingin pasangan saya kelak adalah orang yang berkepribadian islam.
Bolehkah saya berdoa agar dia adalah jodoh saya? Saya takut ketika ternyata suami saya bukan si A, saya akan mengkhianati pernikahan tersebut karena saya masih mencintai si A.
Terima kasih..
wassalamu’alaikum wr wb
Assalamu’alaikum wr wb
Ya sebaiknya kembalikan saja pada Allah, dan tidak usah menetapkan dulu pada seseorang, kalaupun mau berdoa, cukuplah berdoa, tapi yang lebih penting adalah membersihkan hati
