<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LDK UKDM UPI</title>
	<atom:link href="http://ukdm-upi.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ukdm-upi.com</link>
	<description>Lembaga Dakwah Kampus Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Bandung</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Mar 2010 16:19:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>6 Kerusakan Valentine&#8217;s Day</title>
		<link>http://ukdm-upi.com/artikel/6-kerusakan-valentines-day.html</link>
		<comments>http://ukdm-upi.com/artikel/6-kerusakan-valentines-day.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 04:03:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deasy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukdm-upi.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.</p>
<p>Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.<span id="more-211"></span></p>
<p>Cikal Bakal Hari Valentine</p>
<p>Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.</p>
<p>Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).</p>
<p>Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine</p>
<p>The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.</p>
<p>Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.</p>
<p>Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).</p>
<p>Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)</p>
<p>Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:</p>
<p>1. Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.<br />
2. Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.<br />
3. Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.<br />
4. Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.</p>
<p>Sungguh ironis memang kondisi umat Islam saat ini. Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. Seolah-olah mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme. Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme.</p>
<p>Selanjutnya kita akan melihat berbagai kerusakan yang ada di hari Valentine.</p>
<p>Kerusakan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir</p>
<p>Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim (Ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim Al ‘Aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah).</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.” (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (Iqtidho’, 1/185)</p>
<p>Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman dalam Irwa’ul Gholil no. 1269). Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.</p>
<p>Kerusakan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman</p>
<p>Allah Ta’ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon [25]: 72)</p>
<p>Ibnul Jauziy dalam Zaadul Maysir mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas.</p>
<p>Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat Iqtidho’, 1/483). Jadi, merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.</p>
<p>Kerusakan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti</p>
<p>Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.</p>
<p>Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,</p>
<p>“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?”</p>
<p>Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,</p>
<p>“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”</p>
<p>Orang tersebut menjawab,</p>
<p>“Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.”</p>
<p>Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,</p>
<p>“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan,</p>
<p>“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”</p>
<p>Anas pun mengatakan,</p>
<p>“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”</p>
<p>Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?</p>
<p>Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!</p>
<p>Kerusakan Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat</p>
<p>“Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)</p>
<p>Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.</p>
<p>Kami pun telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah (1/441, Asy Syamilah). Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.”</p>
<p>Kerusakan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina</p>
<p>Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.</p>
<p>Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzu billah min dzalik.</p>
<p>Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)</p>
<p>Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.</p>
<p>Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan</p>
<p>Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah,</p>
<p>“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim)</p>
<p>Penutup</p>
<p>Itulah sebagian kerusakan yang ada di hari valentine, mulai dari paganisme, kesyirikan, ritual Nashrani, perzinaan dan pemborosan. Sebenarnya, cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Perlu diketahui pula bahwa Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya. Sebagaimana berita yang kami peroleh dari internet bahwa hari Valentine juga diingkari di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Alasannya, karena hari valentine dapat merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat. Kami katakan: “Hanya orang yang tertutup hatinya dan mempertuhankan hawa nafsu saja yang enggan menerima kebenaran.”</p>
<p>Oleh karena itu, kami ingatkan agar kaum muslimin tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, tidak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Ingatlah, Setiap orang haruslah takut pada kemurkaan Allah Ta’ala. Semoga tulisan ini dapat tersebar pada kaum muslimin yang lainnya yang belum mengetahui. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kita semua.</p>
<p>Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.</p>
<p><em>diambil dari : blog </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukdm-upi.com/artikel/6-kerusakan-valentines-day.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Halangan di Jalan yang Kita Lalui</title>
		<link>http://ukdm-upi.com/artikel/beberapa-halangan-di-jalan-yang-kita-lalui.html</link>
		<comments>http://ukdm-upi.com/artikel/beberapa-halangan-di-jalan-yang-kita-lalui.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 02:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deasy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukdm-upi.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Jalan dakwah adalah jalan yang dipenuhi dengan  segala perkara yang dibenci oleh hawa nafsu dan bukan merupakan jalan  yang ditaburi bunga-bunga yang mewangi.

Dari Buku: Thariqud Dakwah atau Jalan Dakwah
Penulis:  Syaikh Mustafa Masyhur
Jalan dakwah adalah jalan yang mulia dan mahal. Sesungguhnya  itulah jalan surga dan diredhai Allah, itulah jalan Allah. &#8220;Hai Tuhan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Jalan dakwah adalah jalan yang dipenuhi dengan  segala perkara yang dibenci oleh hawa nafsu dan bukan merupakan jalan  yang ditaburi bunga-bunga yang mewangi.</span></p>
<div>
<p><strong>Dari Buku: Thariqud Dakwah atau Jalan Dakwah</strong></p>
<p><strong>Penulis:  Syaikh Mustafa Masyhur</strong></div>
<p><em>Jalan dakwah adalah jalan yang mulia dan mahal. Sesungguhnya  itulah jalan surga dan diredhai Allah, itulah jalan Allah. &#8220;Hai Tuhan  kami, tetapkanlah tapak-tapak kaki kami di atas jalanMu&#8221;.</em></p>
<p>Jalan dakwah adalah jalan yang dipenuhi dengan segala perkara yang  dibenci oleh hawa nafsu dan bukan merupakan jalan yang ditaburi  bunga-bunga yang mewangi. Beberapa banyak rintangan yang menghalang dan  beberapa banyak penyelewengan yang mungkin terjadi dalam beberapa aspek  yang menjauhkan orang yang berjalan di atas jalannya.</p>
<p>Seorang Muslim yang telah menyadari pengertian iman di dalam dirinya  dan hatinya merasa bertanggungjawab terhadap Islam mestilah mencari  jalan dakwah yang hendak dilaluinya. Dia mestilah mengetahui manhaj atau  cara bekerja dan beriltizam dengannya. Setelah itu, dia wajib mempunyai  pengetahuan mengenainya, mempunyai kesadaran dan keyakinan supaya dia  tidak mudah tergelincir dan terpesong. Supaya dia tidak tersungkur  dengan satu halangan.<span id="more-206"></span></p>
<p><strong>Di Antara Rintangan dan Penyelewengan</strong></p>
<p>Terdapat perbedaan yang jelas di antara rintangan dan penyelewengan.  Jalan yang menyeleweng itu membawa orang yang melaluinya terpesong dari  jalan yang sahih. Maka selagi dia tidak berusaha memperbaiki dirinya dan  meninggalkan penyelewengannya, semakin hari dia akan bertambah jauh  dari jalan  yang benar terutama orang-orang yang berkobar-kobar  semangatnya. Ada kalanya dia susah untuk kembali ke jalan yang sahih dan  lurus kecuali dia mendapat rahmat dari Allah s.w.t.</p>
<p>Rintangan-rintangan itu biasanya melintang di tengah-tengah jalan  dakwah, merintangi para da&#8217;i, menahannya, melemahkan keazaman,  mengelirukan fikirannya, merusakkan usaha dan hasil dakwahnya dan  menjadikan seperti orang lain yang tidak mempunyai bekas, tidak  mempunyai pengaruh dan tidak bernilai langsung.</p>
<p>Penyelewengan dan rintangan itu berupa ujian dan halangan yang  biasanya menimpa orang-orang yang beriman. Berdasarkan firman Allah yang  bermaksud:</p>
<p>&#8220;Alif Lam Mim. Adakah manusia menyangka bahwa mereka dibiarkan saja  mengatakan: &#8220;Kami telah beriman&#8221;, sedangkan mereka tidak diuji lagi. Dan  sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang benar dan sesungguhnya  Dia mengetahui orang-orang yang berdusta&#8221;.(Al-Ankabut: 1-3)<!--more--></p>
<p><strong>Rintangan-rintangan dan Halangan-halangannya</strong></p>
<p><strong>1 Manusia Meninggalkan Dakwah</strong></p>
<p>Rintangan pertama di jalan dakwah yang dihadapi oleh para duat ialah  manusia berpaling dari mereka dan tidak mempedulikan mereka kecuali yang  telah diberi hidayat oleh Allah. Sekiranya dugaan-dugaan sedemikian  rupa membuat mereka merasa susah, melemahkan keazaman mereka dan mereka  tidak berpuas hati dengan sambutan yang telah diperoleh, maka dia telah  gagal di permulaan jalan dakwah. Jangan diharapkan lagi mereka ini untuk  meneruskan jalannya bersama angkatan para pendukung dakwah kepada  Allah.</p>
<p>Wajib setiap orang yang melalui jalan dakwah ini mempersiapkan dan  memantapkan dirinya di atas jalan dakwah, walau bagaimana pun susahnya.  Dia mesti dapat memahami bahwa untuk mendapat sambutan dan mencapai  hasil yang memuaskan bukan satu perkara yang mudah karena pendukung  dakwah itu menyeru manusia kepada perkara yang berlainan dengan kehendak  nafsu mereka, mengajak mereka meninggalkan beberapa kepercayaan yang  sesat dan berbagai-bagai perilaku buruk jahiliah.</p>
<p>Lantaran itu, para da&#8217;i mestilah bersabar dan terus bersabar dalam  menyampaikan dakwah walaupun berpaling daripadanya atau tidak memberi  perhatian terhadap dakwahnya. Kita mengambil teladan dan qudwah hasanah  pada diri Rasulullah s.a.w. di dalam urusan dakwah ini karena baginda  adalah manusia yang paling tinggi, ideal dan paling mulia bagi para  pendukung yang menyeru manusia pada jalan Allah.</p>
<p>Dari sirah Rasul, kita dapati baginda terus menawarkan diri dan  dakwahnya kepada kabilah-kabilah dan suku-suku bangsa Arab di  pasar-pasar walaupun mereka berpaling dari baginda. Bahkan, mereka  mengejek dan mengganggu baginda. Baginda juga merantau ke beberapa  tempat yang jauh dan mengalami berbagai kesulitan selama menyampaikan  dakwah Islam.</p>
<p>Kita juga dapat mengambil teladan yang baik di dalam pengertian ini  dari kisah-kisah yang dihidangkan oleh Al-Quran tentang bagaimana  unggulnya kesabaran nabi Nuh a.s. dalam menyeru kaumnya kepada agama  Allah. Dia sanggup bertahan dalam menyeru mereka kepada Allah selama 950  tahun walaupun sebagian besar mereka berpaling dari baginda dan juga  mengganggu baginda.</p>
<p>Firman Allah:<br />
“Nuh berkata: &#8216;Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam  dan siang maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari  kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada  iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka  ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap  (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sombongnya. Kemudian  sesungguhnya aku telah menyeru mereka kepada iman dengan terang-terangan  kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan  terang-terangan dan rahasia&#8221;.  (Nuh: 5-9)</p>
<p>Demikianlah kesungguhan dan kesabaran nabi Nuh tatkala menyeru  kaumnya kepada Allah siang dan malam, secara rahasia dan terang-terangan  tanpa jemu dan putus asa. Kita juga mendapat pelajaran dari kisah nabi  Yunus; dengan kaumnya. Dia meninggalkan kaumnya dengan perasaan karena  mereka berpaling darinya dan tidak menyambut seruannya lalu Allah  memberikan pengajaran kepadanya (ditelan ikan Nun). Ini juga iktibar dan  pengajaran kepada para pendukung dakwah kepada Allah.</p>
<p>&#8220;Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan&#8221;. (Al-Ma&#8217;idah: 99)</p>
<p>Para duat ila Allah diwajibkan menyampaikan dakwah Islam kepada  manusia. Mereka tidak dipertanggungjawabkan akan keberhasilannya dan  hanya Allah s.w.t. saja yang berkuasa memberi hidayah.</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada seorang  yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang  dikehendakiNya&#8221;. (Al-Qasas: 56)</p>
<p>Wahai saudaraku, tatkala kamu menyeru manusia kepada Allah dan orang  itu menerimanya dengan segera, itu adalah semata-mata karena karunia  Allah. Sebaliknya, jika dia menolak dakwah dan berpaling darimu mungkin  pada satu hari kelak dia teringat apa yang telah kamu serukan kepadanya  lalu dia sadar dan kembali kepada jalan Allah dan saudara hanyalah  menjadi faktor penyebab kepada hidayahNya. Sekiranya dia terus mabuk di  dalam kesesatannya dan kebodohannya walaupun kamu telah memberikan  berbagai hujah, maka kamu telah menunaikan kewajiban kamu terhadapnya.</p>
<p>Kita mestilah menyadari hakikat bahwa orang yang kita seru kepada  Allah dan kebaikan itu sebenarnya sedang berada di dalam keadaan lupa  dan lalai. Oleh itu, mereka tidak sadar dan tidak insaf. Orang seperti  itulah yang utama diseru dan diberi peringatan sehingga mereka sadar dan  ingat kembali.</p>
<p>Janganlah kita menyangka bahwa sambutan mereka yang pertama kepada  dakwah telah mencukupi dan memadai untuk meneruskan dan mengekalkan  kesadaran mereka terhadap tugas mereka kepada Allah dan kepada Islam  supaya mereka terus berjalan di atas sirat almustaqim.</p>
<p>Sekiranya kamu membiarkan mereka beberapa saat tanpa peringatan,  pendidikan dan tanpa bimbingan seterusnya kemungkinan mereka akan  kembali kepada suasana lupa dan lalai. Lantas kita menyangka bahwa  mereka telah berpaling dari kita dan dari dakwah Islam, padahal pada  hakikatnya, kitalah yang melupakan mereka dan mengabaikan mereka. Jadi  kitalah sebenarnya yang bersalah.</p>
<p><strong>2. Cibiran dan Ejekan</strong></p>
<p>Tabiat diri kita mudah marah apabila diejek dan diganggu oleh orang  lain. Berkat naungan Islam pada umumnya dan penglibatan dalam bidang  dakwah pada khususnya, kita diwajibkan melatih diri supaya menerima  segala gangguan, ejekan dan hinaan yang menimpa kita di jalan dakwah  Islam. Sebenarnya semua ini tidak sedikitpun mengurangi derajat  kemuliaan kita. Ambillah uswah hasanah (contoh teladan) yang baik dari  diri Rasulullah s.a.w. sendiri yang telah menerima berbagai ejekan dari  kaum musyrikin.</p>
<p>Mereka telah melemparkan baginda dengan berbagai tuduhan palsu malah  menuduh baginda sebagai pendusta, tukang sihir dan orang gila. Lebih  dari itu mereka mengganggu, menyiksa, akhir sekali mereka menawarkan  kepada baginda berbagai kemewahan hidup yang istimewa, tetapi ditolak  mentah-mentah oleh Rasulullah s.a.w.</p>
<p>Mereka mengusir baginda dari negeri baginda tetapi semuanya itu tidak  memalingkan baginda dari dakwah, bahkan baginda terus mengembangkan  dakwahnya dengan lebih giat lagi sambil berdoa kepada Allah supaya Allah  memberi hidayah kepada mereka, dengan bersabda:</p>
<p>&#8220;Hai Tuhanku berikanlah petunjuk kepada mereka karena sesungguhnya  mereka itu tidak mengetahui&#8221;.</p>
<p>Dengan uslub al-hakim (cara yang bijaksana) seperti itu Rasulullah  s.a.w. telah sukses menawan beberapa hati yang tadinya tertutup dan  menarik beberapa manusia kepada Islam yang tadinya berpaling dari  baginda dan yang selama ini menentang baginda. Benarlah Allah Yang Maha  Agung apabila berfirman:</p>
<p>&#8220;Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang  menyeru manusia kepada Allah dan beramal soleh dan berkata:  &#8220;Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri&#8221;. Tidaklah  sama kebaikan dan kejahatan. Dan tolaklah (kejahatan itu) dengan cara  yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang di antaramu dan dia ada  permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.  Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada  orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada  orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar&#8221;. (Fusillat: 33-3)</p>
<p>Para da&#8217;i tidak boleh sekali-kali marah kepada dirinya. Janganlah  dijadikan ejekan dan gangguan manusia sebagai satu sebab yang membawa  dia berpaling dari tugas yang mulia ini atau menyebabkan dia berhenti  dari usaha dakwah.</p>
<p>Jadilah kamu seperti apa yang dikatakan oleh Imam As Syahid Hassan  al-Banna:</p>
<p>&#8220;Jadilah kamu dengan manusia seperti pohon buah-buahan yang mereka  lempari dengan batu, tetapi pohon itu sebaliknya melempari manusia  dengan buah-buahnya&#8221;.</p>
<p><strong>3. Penyiksaan</strong></p>
<p>Penyiksaan dari petinggi jahiliah terdiri dari berbagai rupa dan  warna dan datang dari berbagai sudut. Penyiksaan terhadap jasmani,  rohani dan gangguan terhadap harta, ahli keluarga dan masyarakat,  ataupun pemerintah yang sedang berkuasa yang zalim. Mereka inilah yang  diseru kepada Allah s.w.t. supaya kembali kepada Islam.</p>
<p>Kita tidak berkata dari pusat kekuatan mereka karena mereka sebenamya  lemah, apabila mereka tidak dapat mematahkan hujah-hujah pendukung  dakwah Islam, mereka menggunakan cara yang lemah yaitu dengan menerkam,  memukul, mencengkram dengan kuku besi mereka dan menyiksa para pendukung  kebenaran karena mereka menganggap dan menyangka bahwa kekejaman,  pembunuhan dan penyiksaan mereka yang tidak berperikemanusiaan itu akan  menghapuskan suara kebenaran ataupun memadamkan nur Ilahi dan sinar  Islam. Tetapi sangkaan mereka pasti menemui kegagalan.</p>
<p>&#8220;Mereka mau memadamkan nur Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka,  dan Allah menyempurnakan cahayanya walaupun dibenci oleh orang-orang  kafir&#8221;. (At-Taubah: 32)</p>
<p>Inilah dia sunnah Allah dalam dakwah untuk pendukung dakwah yang  telah berlaku, yang sedang berlaku dan akan terus berlaku sepanjang umur  manusia di muka bumi ini.</p>
<p>&#8220;Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang  kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang yang terdahulu sebelum  kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dam kesengsaraan, serta  digoncangkan (bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul dan  orang-orang yang beriman bersamanya: &#8220;Bilakah datangnya pertolongan  Allah?&#8221; Ingatlah bahwa sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat&#8221;.  (Al-Baqarah:214)</p>
<p>Jadi apabila para du&#8217;at tidak ridha menerima gangguan dan penyiksaan  seperti ini, tidak sabar menanggung sengsara, tidak mengharapkan pahala  dari Allah dan hanya mengutamakan kenyamanan dan keselamatan. Gejala ini  akan menimbulkan akibat yang merugikan agamanya, merugikan kedudukannya  dalam menegakkan kebenaran, malah ia ridha duduk dan tinggal  bersenang-senang di rumahnya menjauhkan diri dari jihad dan dakwah.  Tidak mau lagi meneruskan perjalanan di jalan dakwah dan tidak mau lagi  mengumandangkan suara dakwah dan kebenaran.</p>
<p>Akhirnya dia mengalami kekalahan total di dalam melintasi rintangan  itu. Dengan sendirinya, dia mengharamkan dirinya dari mencapai kemuliaan  angkatan mujahidin dan ketinggian derajat pendukung dakwah. Allah pasti  menggantikannya dengan orang lain yang lebih ridha berjihad pada jalan  Allah tanpa takut kepada cercaan siapa pun.</p>
<p>&#8220;Dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan menggantikan (kamu) dengan  kaum yang lain dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).&#8221;  (Muhammad:  38)</p>
<p>Pada hakikatnya, Allah Maha Kaya dari kita dan jihad kita.  &#8220;Barangsiapa yang berjihad maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk  dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak  memerlukan sesuatu dari semesta alam).&#8221; (Al-Ankabut: 6)</p>
<p>Oleh karena itu para dai wajib memperkuat azam mereka, mengukuhkan  kemauan mereka sejak bermulanya langkah pertama di atas jalan dakwah.  Bersedia menanggung segala sengsara dan gangguan dari manusia, meminta  bantuan hanya kepada Allah mengutamakan apa yang ada di sisi Allah,  membulatkan keyakinan dan mempercayai dengan sepenuh jiwa raga bahwa  segala bala bencana asalkan bukan neraka adalah baik belaka.</p>
<p>Maka janganlah menyerah kalah berhadapan dengan kebatilan yang sedang  merongrong dan mengancamnya. Sesungguhnya pada Rasulullah itu ada  teladan yang baik. Qudwah hasanah yang telah ditunjukkan oleh para  sahabat Rasulullah s.a.w. di dalam menanggung sengsara penyiksaan dan  gangguan, tetapi mereka bersabar. Bersama kesusahan itu ada kesenangan  dan bahwa gangguan itu merupakan tanda-tanda baik dan berita gembira dan  kemenangan serta pertolongan dari Allah.</p>
<p>&#8220;Dan sesungguhnya telah didustakan Rasul-rasul sebelum kamu akan  tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan terhadap  mereka, sampai datang pertolomgan kami kepada mereka. Tidak ada seorang  pun yang dapat merubah kalimah-kalimah (janji) Allah&#8221;. (Al-An &#8216;aam: 34)</p>
<p><strong>4. Kelapangan dan Kesenangan Setelah Kesusahan</strong></p>
<p>Para pendukung dakwah yang muslim,  biasanya mampu menghadapi  bukit-bukit rintangan yang telah lalu yang berupa penolakan manusia,  ejekan mereka serta gangguan dan penentangan mereka. Dengan penuh  kesabaran, ketahanan, kesadaran dan kewaspadaan mereka mengumpulkan  segala tenaga yang ada pada mereka untuk menghadapi gangguan pihak-pihak  pendukung kebatilan jahiliah dan akhirnya mereka mencapai kejayaan.</p>
<p>Kekuatan, kemauan dan jiwa mereka tidak pernah lemah dan luntur  walaupun menghadapi kesusahan hidup, kerusakan dan keburukan suasana  serta berbagai gangguan dan penindasan dari pihak yang menentang dakwah.  Sehingga akhirnya Allah menghapuskan kesusahan, kesulitan dan  meringankan tekanan dan gangguan baik seluruhnya atau sebagiannya.</p>
<p>Biasanya pertolongan Allah ini akan mengurangi kepayahan dan  keletihan serta menimbulkan kerehatan dan kelapangan untuk ketenangan  saraf dan ketenteraman jiwa demi memperbaharui keaktifan dan kesegaran.  Di sinilah lahirnya pula satu bukit halangan yang tidak terduga.  Ketenangan jiwa, ketenteraman warna suasana penuh kerehatan dan  kelapangan, kadang-kadang melalaikan kita, lantas kita menyerah  kepadanya dan terus terlelap dan enak di dalamnya. Terutamanya apabila  kerehatan dan kelapangan itu disertai oleh kemewahan atau kesenangan  hidup.</p>
<p>Kadang-kadang orang yang terjatuh pada bentuk rintangan seperti ini  akan mencari-cari dan mereka-reka berbagai alasan untuk membenarkan  tindakannya yang tidak sesuai dengan harakah dan merugikan dakwah Islam  dan jihad. Sikap ini hanyalah semata-mata bertujuan untuk mengurangkan  tekanan jiwa lawwamahnya (jiwa yang menyesali).</p>
<p>Akhirnya kerehatan dan kelapangan yang terbuka itu menjadi sempurna  tanpa sebarang tekanan. Oleh karena itu, pendukung dakwah yang benar  janjinya kepada Allah dan benar niatnya untuk berdakwah dan telah  menjual dirinya dan hartanya kepada Allah, mesti menyadari dan  menginsafi perkara ini dan hendaklah berterusan melepasi rintangan demi  rintangan tanpa tersangkut dan tersungkur padanya.</p>
<p>Saudara-saudaranya pula mesti menarik tangannya dan menolongnya untuk  bangkit kembali meneruskan jihad dan perjuangannya di jalan Allah.</p>
<p>Dakwah Islam senantiasa memerlukan usaha dan tenaga yang maksimal  supaya dakwah senantiasa subur dan mekar. Alhamdulillah. Kemenangan dan  kelapangan yang terluang tadi hanyalah merupakan alat (peluang) untuk  memperbaharui kekuatan, kegiatan. &#8220;Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya  tumbuh subur dengan izin Allah&#8221; Al-A&#8217;raaf:58</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukdm-upi.com/artikel/beberapa-halangan-di-jalan-yang-kita-lalui.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agenda Kegiatan</title>
		<link>http://ukdm-upi.com/berita/agenda-kegiatan.html</link>
		<comments>http://ukdm-upi.com/berita/agenda-kegiatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 15:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budibahtiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukdm-upi.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Kegiatan LDK UKDM UPI yang terdekat di bulan Maret  ini ialah:
Insya Allah Sidang Umum Anggota XVIII Ahad, 07 Maret 2010
&#8220;Ayo SUKSES kan SUA XVIII untuk kemajuan LDK UKDM UPI ke arah yang lebih baik&#8221; SEMANGAT!!!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kegiatan LDK UKDM UPI yang terdekat di bulan Maret  ini ialah:</p>
<p>Insya Allah Sidang Umum Anggota XVIII Ahad, 07 Maret 2010<br />
&#8220;Ayo SUKSES kan SUA XVIII untuk kemajuan LDK UKDM UPI ke arah yang lebih baik&#8221; SEMANGAT!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukdm-upi.com/berita/agenda-kegiatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendekar islamisasi pengetahuan&#8217;</title>
		<link>http://ukdm-upi.com/berita/pendekar-islamisasi-pengetahuan.html</link>
		<comments>http://ukdm-upi.com/berita/pendekar-islamisasi-pengetahuan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 10:27:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deasy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukdm-upi.com/berita/pendekar-islamisasi-pengetahuan.html</guid>
		<description><![CDATA[Berita dari kakak alumni kita : Teh Tien Sumartini
Yand berisi :
Assalaamualaikum.Semoga adik2 di UKDM ada dalam keadaan baik.Selamat berpuasa, semoga puasa kita menyelamatkan alam semesta.Bila ada khilaf, mohon dimaafkan,
Saya telah menyarankan Bang Armahedi Mahzar sebagai teman di untuk UKDM. (di Salman, orang tua lebih senang dipanggil abang, walau usianya terpaut jauh.&#8221;Biar gak sungkan beramar ma&#8217;ruf [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berita dari kakak alumni kita : <strong>Teh Tien Sumartini</strong></p>
<p>Yand berisi :</p>
<p>Assalaamualaikum.Semoga adik2 di UKDM ada dalam keadaan baik.Selamat berpuasa, semoga puasa kita menyelamatkan alam semesta.Bila ada khilaf, mohon dimaafkan,</p>
<p>Saya telah menyarankan Bang Armahedi Mahzar sebagai teman di untuk UKDM. (di Salman, orang tua lebih senang dipanggil abang, walau usianya terpaut jauh.&#8221;Biar gak sungkan beramar ma&#8217;ruf nahyi mungkar&#8221;, katanya.Beliau adalah dosen senior Fisika Teknik ITB, sesepuh masjid Salman ITB, waktu jaman saya dulu (1990-an)-ada di bagian Litbang Masjid Salman,dosen peradaban islam untuk jenjang S2 ITB.<span id="more-147"></span></p>
<p>Harapan saya, sebagai anak, kita bisa belajar banyak darinya.Mengapresiasi pengorbanan hidupnya untuk kaderisasi, untuk kejayaan islam.</p>
<p>Bila bahasanya sangat filosofis atau saintis, mohon dimaklum.</p>
<p>Yang jelas, info-info terbaru ttg islamisasi pengetahuan, bang Armahedi jagonya.</p>
<p>Kalau Deasy Rosanti pernah mengeluh, di UKDM gak ada ortu yg standby melayani kegalauan &amp; kehausan mahasiswa, mudah2an ini menjadi salah satu solusinya.</p>
<p>Subhanallah,, Semoga kita mendapat Motivasi yang lebih dari kakak alumni teh Tien.. dan Bermanfaat bagia kemajuan UKDM.</p>
<p>Allahuakbar.!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukdm-upi.com/berita/pendekar-islamisasi-pengetahuan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
