Bagi rekan-rekan UKDM di anjurkan mendaftakan di Milis sebagai bentuk silaturahmi di sini
Mailing list adalah sarana bagi kita untuk berdiskusi, berbagi ilmu, bertanya, atau bersilaturrahim di internet melalui email.
Bagi rekan-rekan UKDM di anjurkan mendaftakan di Milis sebagai bentuk silaturahmi di sini
Mailing list adalah sarana bagi kita untuk berdiskusi, berbagi ilmu, bertanya, atau bersilaturrahim di internet melalui email.
ASSALAMU’ALAIKUM..
Apa kabar saudara2 ku di UKDM UPI?Semoga selalu diberi ni’mat iman, islam dan kesehatan.
Saya Rosi, Kepala ANNISAA GAMAIS ITB, senang bisa berkunjung ke websitenya UKDM UPI dan mendapat info2 menarik.
Oya, saya ingin mengundang Kemuslimahan GAMUS, untuk menghadiri A-Week (pekan muslimah) di ITB, yang akan diselenggarakan pekan depan:
tanggal 10-14 Februari ada bazaar dan lomba2 kemuslimahan. Tanggal 14nya puncak acara: Talkshow dengan Ibu Gubernur Jawa Barat, Asma Nadia, Psikolog Muslimah, dan Ghaida Tsurayya (anak Aa Gym).
Souvenir peserta Talkshow: paket kosmetik, notebook cantik dan sertifikat. Hanya dengan RP35.000,-
Bazaarnya gratis dikunjungi.
Silahkan berkunjung……. ^__^ lebih lengkapnya kontak ke no saya: 085880796720
Jazakumullah khoir.
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Assalaamu’alaikum wr. wbr.
Alhamdulillah, senang rasanya saya dapat menjumpai website dan milist UKDM ini. tidak terasa UKDM saat ini sudah berkembang lebih pesat dari yang saya bayangkan sebelumnya.
Semoga UKDM menjadi jalan bagi siapa saja yang hendak mendekatkan diri kepada ALLAH.
Wassalam
Iwan Sumantri
assalamualaikum
alhamdulillah senang sekali bisa bersilaturrahim dengan rekan2 seperjuangan di ukdm. saya alumni upi jurusan ekonomi angkatan 1995. perjalanan di ukdm dimulai pada Program Taaruf IX th 1995. menjalankan amanah sbg bendahara divisi dakwah th 1997, bendahara umum th 1998 dan sekretaris majelis syuro th 1999. salam kenal bagi semuanya. subhanallah betapa banyak perubahan struktur yang terjadi di ukdm sekarang……… semoga semakin menambah semangat dakwah.
wassalam
taqobalallohu mina wa minkum…gimana aktifitas pasca ramadhan lebih semangat lagi???
alhamdulillah….TGL 17-18@cikole jl.cigugur girang Atas kemurahan Allah Kami anggota UKDM telah menyelenggarakan TMG “training of Muslim Generation”yang telah membuahkan amanah kader baru dengan jumlah ikhwan dan akhwat seratus lebih, semoga Allah membrikan keistiqomahan kepada kami dan membimbing kami dalam menapaki jalannya. semoga Allah menerima segala bentuk perjuangan dan pengorbanan baik yang dilakukan oleh SC, Ketuplak, Maupun OC lainnya(logistik, Out Bond, Acara, danus, dll)
bismillah
kepada teteh dan akang Alumni UKDM, ADK2 di seluruh indonesia, mari jadikan bene-bener website ini ajang sharing, watawa saubil haq watawwa saubisshaaab, setuju ini teh??besar harapan ,UKDM semakin maju dalam syiar, kaderisasi, dan hidmatul ummahna.
kepada adiik-adik bungsuku PT-25,,,ahlan wasahlan atas telah Allah perkenankannya antum semua bergabung dalam LDK UKDM,,,KK yakin, salah satu karunia Alah luar biasa itu adalah, dengan dikaruniakan kepada kita kreatifitas yang beraneka ragam,,, pesan KK” pergunakanlah amanah itu dalam DAKWAH”
Kepada akh udi : Benar, memang harusnya seperti apa yang diungkapkan : “jadikan bene-bener website ini ajang sharing, watawa saubil haq watawwa saubisshaaab”.
Nah untuk itu, jika Bisa benar-benar terealisasikan menurut ana sih ketika semua menyadari akan keberaaan web ini.. memang belum semua orang mengetahuinya… untuk itu, tolong ajak teman2 lainnya supaya bisa mengisi comment ataupun artikel yang bermanfaat..
Salam Sukses.
insya Allah,, jk ana dapat amanah tampil di depan layar(MC, Moderator,dls)dalam acara UKDM akan ana iklankan,,,tapi perlu ada program unggulan dan berseri setiap minggunya agar menarik dan menjadi sebuah kebutuhan minimal di kalangan kader ukdm,,pada te2ku yang sedang melaksanakan tugas di kalimantan semoga Allah berikan bimbingan dan perlindungan di setiap langkah yang beliau lakukan.
Bismillah…………….
Subhanallah, dah lama ga buka2 web ukdm.
hmhh…. mudah2an web ini bisa menjadi pengobat rindu disaat kangen dengan masa2 indah di ukdm.
semoga ukdm bisa menjadi sarana da’wah yang semakin lebih baik dari hari ke hari…………
Tetap semangat dan istiqomah! ok!!!
Assalam.Deas,,untuk Pj website,,rencana mw dipegang profil,,,ntar bliau hub..jazkillah
ikut kajian thaharah, lucu ustadznya. tapi ada beberapa pendapat beliau yang menurut ana perlu untuk dikaji lagi, contoh tentang kencing berdiri haram?, thaharahnya wanita, intinya semakin banyak kita mengkaji dari sumbernya insya Allah akan lebih banyak pencerahannya.
teh deasi ntar di website ada materi dari KISS, KANSTIN TOGETHER, TRA dls jadi ayo dukung penghidupan WEB LDK TERCINTA KARENA ALLAH
hadirilah kajian “mengungkap hikmah dibalikberkurban”bersama Ustad Abu Yahya(kepala sekolahnya Kadep syi’ar)selasa24 November2009@lt.3 itc/Al-furkan UPI..sumping nya ,,,jazakallah.
info: Registrasi Prog. Tahfidz As-Syuhada Panorama, caranya:As-syuhada Badar_nama Lengkap_TTL_Instansi_No.Hp kirim Ke085720215989 semoga kelak kita menjadi bagian dari keluarga Allah yang Dia Bangga-Banggakan…ammin
masa2 akhir kpengurusan…SMANGAT!!!
hhm,
smoga berkah dan mhon maf utk yang tlah tersakiti.
bismillah. undangan untuk umum, HADIRILAH KAJIAN ISLAM SISTEMATIS LDK UKDM UPI live and eklusive dengan tema : “BENARKAH BUMI MENGELILINGI MATAHARI?” oleh UST. Abu Yahya Purwanto, S.si( alumni astronomi ITB), Kamis, 3 Desember09
di Lt.3 Masjid Al-Furqan UPI. GRATIZZzzz!! Datang yach!!
alhamdulillaahirabbil’aalamiin, senang sekali bisa berkunjung ke milist ini. alhamdulillaahirabbil’aalamiin. ukdm mau rihlah Desember ini? ‘afwan ana gak bisa ikut. Semoga rihlahnya membawa berkah.
Subhanallah…..
hari berganti hari, bulan demi bulan berlalu…
akhirnya tahun baru pun tiba…
Selamat tahun baru 1431 Hijriyah
Barokallah…..
untuk ukdm, semoga lembaga ini semakin berkah dengan kegiatan2 da’wahnya. Menjelang akhir kepengurusan, semoga ukdm bisa mewariskan generasi2 terbaik yang akan melanjutkan da’wah kampus di UPI……………..
Keep Spirit n Istiqomah!!!! AllahuAkbar!
Selamat hari ibu…..
mom, i love you full
hmmh……. jadi ingin pulang……………….
rindu ibu, rindu keluarga……
bagaimana dengan teman2…..???
ini ada nasihat dari syeh ali muhamad dari madinah yang ke dt tgl 30des09:
1. perbanyaklah Dzikir,
2. perbanyaklah shalawat,
3. perbanyak sedekah,
4. perbanyak shalat malam.
jazakallah syeh, semoga antum dapat cinta terbaik dari Allah…ana ingin ketemu antum lagi sesaat saja sebelum kepulangan ke negri asal antum, ana bukan guluw,,,,melainkan betapa nyaman dan ketentraman ini telah Allah berikan lewat kedekatan dg antum. itu baru abdullah biasa,,,tidak habis fikir gimana rasanya jika teman kita Baginda Rasull,,,subhanallah. Rabb nikmat…ini moga engkaw karuniakan jg di UKDM.
ukdm, lama ikut kajiannya tapi alhamdulillah tak membuat bosan (walaupun kadang membuat malas datang). terus ditingkatkan kajiannya, buat jamal “terus berjuang, jangan berhenti berkarya untuk ukdm walaupun jabatan tak lagi di tangan”. untuk pengurus lain semoga Allah membalas amalnya dan membuka jalan amal yang lain bila jabatan sudah tak lagi di tangan.
SEMANGAT
Remaja Muslim, Valentine’s Day dan perlawanan budaya
Assalaamu’alaikum wr. wb.
Remaja Muslim masa kini “buta” terhadap peradabannya sendiri diakibatkan munculnya serangan budaya yang gencar menusuk jantung pertahanan budaya kaum Muslimin.
Setiap tanggal 14 Februari ada hiruk-pikuk remaja dunia. Mereka punya hajat besar dengan merayakan sebuah hari yang dikenal dengan Valentine’s Day (Hari Valentine). Hiruk-pikuk itu kini tidak lagi menjadi milik bangsa ataupun pemeluk agama tertentu namun telah menjadi gawe semua lapisan remaja dimanapun dan dengan agama apapun. Tak peduli itu di kalangan Kristen Barat, Hindu India ataupun Muslim Indonesia.
Valentine’s Day menjadi milik bersama dan setiap orang seakan wajib untuk merayakannya. Ada pertanyaan yang patut kita kemukakan. Apa sebenarnya Valentine’s Day itu? Apakah esensinya? Dan bolehkah remaja Muslim ikut berkecimpung merayakannya? Apakah perayaan itu bagian dari kultur dan peradaban Islam sehingga kita harus ikut menyemarakkannya?
Ada berbagai versi tentang asal muasal Valentine’s Day ini. Beberapa ahli mengatakan bahwa ia berasal dari seorang yang bernama Saint (Santo) Valentine, seorang suci kalangan Kristen yang menjadi martir karena menolak untuk meninggalkan agama Kristiani. Dia meninggal pada tanggal 14 Februari 269 M, di hari yang sama saat dia menyerahkan ucapan cinta.
Dalam legenda yang lain disebutkan bahwa Saint Valentine meninggalkan satu catatan selamat tinggal pada seorang gadis anak sipir penjara yang menjadi temannya. Dalam catatan itu dia menuliskan tanda tangan yang berbunyi “From Your Valentine” ada pula yang menyebutkan bahwa bunyi pesan akhir itu adalah ” Love From Your Valentine”.
Cerita lain menyebutkan bahwa Valentine mengabdikan dirinya sebagai pendeta pada masa pemerintahan Kaisar Claudius. Claudius kemudian memenjarakannya karena dia menentang Kaisar. Penentangan ini bermula pada saat Kaisar berambisi untuk membentuk tentara dalam jumlah yang besar. Dia berharap kaum lelaki untuk secara suka rela bergabung menjadi tentara. Namun banyak yang tidak mau untuk terjun ke medan perang. Mereka tidak mau meninggalkan sanak familinya. Peristiwa ini membuat kaisar naik pitam. Lalu apa yang terjadi? Dia kemudian menggagas ide “gila”. Dia berpikiran bahwa jika laki-laki tidak kawin, maka mereka dengan tidak segan-segan akan bergabung menjadi tentara. Makanya, dia memutuskan untuk tidak mengizinkan laki-laki kawin.
Kalangan remaja menganggap bahwa ini adalah hukum biadad. Valentine juga tidak mendukung ide gila ini. Sebagai seorang pendeta dia bertugas menikahkan lelaki dan perempuan. Bahkan setelah pemberlakuan hukum oleh kaisar, dia tetap melakukan tugasnya ini dengan cara rahasia dan ini sungguh sangat mengasyikkan. Bayangkan dalam sebuah kamar hanya ada sinar lilin dan ada pengantin putra dan putri serta Valentine sendiri.
Peristiwa perkawinan diam-diam inilah yang menyeret dirinya ke dalam penjara dan akhirnya dijatuhi hukuman mati. Walaupun demikian dia selalu bersikap ceria sehingga membuat beberapa orang datang menemuinya di dalam penjara. Mereka menaburkan bunga dan catatan-catatan kecil di jendela penjara. Mereka ingin dia tahu bahwa mereka juga percaya tentang cinta dirinya. Salah pengunjung tersebut adalah seorang gadis anak sipir penjara. Dia mengobrol dengannya berjam-jam. Di saat menjelang kematiannya dia menuliskan catatan kecil “Love from your Valentine”.
Dan pada tahun 496 Paus Gelasius meneapkan 14 Februari sebagai tanggal penghormatan buat Saint Valentine. Akhirnya secara gradual 14 Februari menjadi tanggal saling tukar menukar pesan kasih dan Saint Valentine menjadi patron dari para penabur kasih. Tanggal ini ditandai dengan saling mengirim puisi dan hadiah seperti bunga dan gula-gula. Bahkan sering pula ditandai dengan adanya kumpul-kumpul atau pesta dansa.
***
Dari paparan di atas kita tahu bahwa kisah cinta Valentine ini merupakan kisah cinta milik kalangan Kristen dan sama sekali tidak memiliki benang merah budaya dan peradaban dengan Islam. Namun kenapa remaja-remaja Muslim ikut larut dan merayakannya? Ada beberapa jawaban yang bisa kita berikan terhadap pertanyaan tersebut:
Remaja Muslim kita tidak tahu latar belakang sejarah Valentine’s Day sehingga mereka tidak merasa risih untuk mengikutinya. Dengan kata lain, remaja Muslim banyak yang memiliki kesadaran sejarah yang rendah.
Adanya anggapan bahwa Valentine’s Day sama sekali tidak memiliki muatan agama dan hanya bersifat budaya global yang mau tidak mau harus diserap oleh siapa saja yang kini hidup di – untuk meminjam McLuhan – global village.
Keroposnya benteng pertahanan religius remaja kita sehingga tidak mampu lagi menyaring budaya dan peradaban yang seharusnya mereka “lawan” dengan keras.
Adanya perasaan loss of identity kalangan remaja Muslim sehingga mereka mencari identitas lain sebagai pemuas keinginan mendapat identitas global.
Hanya mengikuti trend yang sedang berkembang agar tidak disebut ketinggalan zaman.
Adanya pergaulan bebas yang kian tak terbendung dan terjadinya de-sakralisasi seks yang semakin ganas.
Mungkin masih ada deretan jawaban lain yang bisa diberikan terhadapa pertanyaan di atas.
Bisa kita lihat pada bahasan di atas bahwa Valentine Day merupakan peringatan “cinta kasih” yang diformalkan untuk mengenang sebuah peristiwa kematian seorang pendeta yang mati dalam sebuah penjara. Yang kemudian diabadikan oleh gereja lewat tangan Paus Gelasius. Maka merupakan sebuah hal yang kurang cerdas jika kaum Muslim – secara khusus kalangan remajanya – ikut melestarikan budaya yang sama sekali tidak memiliki ikatan historis, emosioal dan religius dengan mereka.
Keikut sertaan remaja Muslim dalam “huru-hura” ini merupakan refleksi kekalahan mereka dalam sebuah pertarungan mempertahankan identitas dirinya. Mungkin ada sebagian remaja yang akan bertanya: Kenapa memperingati sebuah tragedi cinta itu tidak boleh dilakukan? Apakah Islam melarang cinta kasih? Bukankah Islam menganjurkan pemeluknya kasih pada sesama?
Tak ada yang menyangkal bahwa Islam tidak melarang cinta kasih. Islam sendiri adalah agama kasih dan menjunjung cinta pada sesama. Dalam Islam cinta demikian dihargai dan menempati posisi sangat terhormat, kudus dan sakral. Islam sama sekali tidak phobi terhadap cinta. Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun demikian Islam tidak menjadikan cinta sebagai komoditas yang rendah dan murahan. Cinta yang merupakan perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihanya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang dalam Islam dibagi menjadi tiga tingkatan yang kita tangkap dari ayat Al-Quran:
Katakanlah: Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kerabat-kerabatmu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kami khawatirkan kerusakannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu senangi lebih kau cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang fasik (At-Taubah: 24)
Dalam ayat ini menjadi jelas kepada kita semua bahwa cinta tingkat pertama adalah cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya yang kemudian disebut dengan cinta hakiki, kemudian cinta tingkat kedua adalah cinta kepada orang tua, isteri, kerabat, dan seterusnya. Sedangkan cinta tingkat ketiga adalah cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak isteri melebih cinta pada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah.
Cinta hakiki akan melahirkan pelita. Cinta hakiki yang dilahirkan iman akan senantiasa memberikan kenikmatan-kenikmatan nurani. Cinta hakiki akan melahirkan jiwa rela berkorban dan mampu menundukkan hawa nafsu dan syahwat birahi. Cinta akan menjadi berbinar tatkala orang yang memilikinya mampu menaklukkan segala gejolak dunia. Cinta Ilahi akan menuntun manusia untuk hidup berarti dan setelah itu mati-untuk meminjam kata Chairil Anwar.
Islam memandang cinta kasih itu sebagai rahmat. Maka seorang mukmin tidak dianggap beriman sebelum dia berhasil mencintai saudaranya laksana dia mencinta dirinya sendiri (HR. Muslim), perumpamaan kasih sayang dan kelembutan seorang mukmin adalah laksana kesatuan tubuh; jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, maka akan merasakan pula tubuh yang lainnya : tidak bisa tidur dan demam (Bukhari Muslim). Seorang mukmin memiliki ikatan keimanan sehingga mereka menjadi laksana saudara (Al-Hujarat: 13), dan cinta yang meluap sering kali menjadikan seorang mukmin lebih mendahulukan saudaranya daripada dirinya sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan (Al-Hasyr: 9).
Di mata Islam mencinta dan dicinta itu adalah “risalah” suci yang harus ditumbuhsuburkan dalam dada setiap pemeluknya. Makanya Islam menghalalkan perkawinan dan bahkan pada tingkat mewajibkan bagi mereka yang mampu. Islam tidak menganut “selibasi” yang mengibiri fitrah manusia seperti yang terjadi dalam ajaran Kristen dan Hindu, serta Budha yang menganut sistem sosial yang dikenal dengan kependetaan. Sebab memang tidak ada rahbaniyah dalam Islam.
Valentine Day yang merupakan ungkapan kasih selain “hamil” nilai-nilai religus yang bukan bagian dari agama kita juga saat ini dirayakan dengan menonjolkan aksi-aksi permisif. Dengan lampu remang, dan lilin-lilin temaram. Peniruan pada perilaku agama lain dan sekaligus melegalkan pergaulan bebas inilah yang tidak dibenarkan dalam pandangan Islam.
***
Sebagai agama pamungkas Islam dengan tegas memposisikan diri sebagai agama yang diridhai Allah dan siapa saja yang ingin mencari agama selain Islam maka agamanya tidak akan diterima(Lihat: Ali Imran ayat 19 dan 185).
Dan sebagai agama terakhir Islam telah melakukan beberapa pembenaran dari berbagai penyelewengan yang terjadi dalam agama Kristen dan agama Yahudi. Islam mengharuskan pemeluknya untuk membentengi diri dari semua budaya yang datang dari kalangan Yahudi dan Kristen. Kaum Muslimin harus memiliki budaya dan identitasnya sendiri yang bersumber pada norma dan ajaran agamanya.
Setelah kita mengetahui bahwa Valentine’s Day sama sekali tidak memiliki kaitan sejarah dengan Islam, maka menjadi tugas semua remaja Islam untuk menghindari dan tidak ikut serta dalam sebuah budaya yang tidak bersumber dari ajarannya. Valentine’s Day bukanlah simbol dan identitas remaja Muslim karena ia merupakan hari raya kalangan remaja Kristen. Dan kita persilahkan saudara-saudara kita dari remaja kalangan Kristen untuk merayakannya sesuai dengan keyakinan mereka.
Ada satu hadits yang sangat terkenal yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah bersabda: Barang siapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia menjadi bagian dari mereka (Abu Daud). Hadits ini mengisyaratkan bahwa meniru-niru budaya-religi orang lain yang tidak sesuai dengan tradisi Islam memiliki resiko yang demikian tinggi sehingga orang tersebut akan dianggap sebagai bagian dari orang yang ditiru. Sebagaimana juga firman Allah, Barang siapa diantara kamu menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Al-Maidah: 51)
Sabda Rasulullah: Kau akan bersama-sama dengan orang yang siapa yang kau cintai (Bukhari Muslim). Banyak contoh yang bisa kita kemukakan dari kontra-kultural yang dilakukan Rasulullah untuk mengokohkan identitas umatnya.
Saat Rasulullah datang ke Madinah dia melihat penduduk Madinah bersuka-ria dalam dua hari. Kemudian Rasulullah bertanya: Hari apa dua hari itu? Pada sahabat menjawab: Dua hari tadi adalah hari di mana kami bermain-main dan bersuka cita di masa jahiliyah! Maka bersabdalah Rasulullah: Sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian: Iedul Adha dan Iedul Fithri. (HR. Abu Daud)
Rasulullah misalnya melarang umatnya makan dengan tangan kiri karena cara itu adalah cara makan setan. (HR. Muslim)
Larangan Rasulullah untuk kembali memperingati 2 hari dimana orang-orang Madinah biasa bermain di zaman jahiliyah merupakan perlawanan budaya terhadap budaya jahilyah dan digantikan dengan budaya-religi baru. Sedangkan pelarangannya agar tidak makan dengan tangan kiri juga merupakan perang etika Islam dengan etika setan.
Allah tidak menghendaki kaum Muslimin menjadi “buntut” budaya lain yang berbenturan nilai-nilainya dengan Islam. Peringatan Allah pada ayat di atas membersitkan pencerahan pada kita semua bahwa Islam dengan ajarannya yang universal harus dijajakan dengan rajin pada dunia mengenal Islam dengan cara yang benar dan agar Islam menjadi “imam” peradaban dunia kembali. Sebab kehancuran peradaban Islam telah menimbulkan kerugian demikian besar pada tatanan normal manusia yang terkikis secara moral dan ambruk secara etika.
Kemunduran peradaban Islam telah menjebak dunia pada arus kegelapan akhlak dan moralitas. Kehancuran peradaban Islam ini oleh Hasan Ali An-Nadawi dianggap sebagai malapetaka terbesar dalam perjalanan peradaban manusia. Dia berkata, “Kalaulah dunia ini mengetahui akan hakikat malapetaka ini, berapa besar kerugian dunia dan kehilangannya dengan kejadian ini, pastilah dunia hingga saat ini akan menjadikan kemunduran kaum Muslimin sebagai hari berkabung yang penuh sesal, tangis dan ratapan. Setiap bangsa di dunia ini akan mengirimkan tanda berduka cita.
Apa yang menimpa remaja Muslim saat ini tak lebih dari dampak keruntuhan peradaban Islam yang sejak lama berlangsung. Remaja Muslim masa kini “buta” terhadap peradabannya sendiri diakibatkan munculnya serangan budaya yang gencar menusuk jantung pertahanan budaya kaum Muslimin. Kemampuan mereka untuk bertahan dengan ideal-ideal Islam yang rapuh menjadikan mereka terseret arus besar peradaban dunia yang serba permisif, hedonis dan materialistik.
Lumpuhnya pertahanan mereka terhadap gencarnya serangan budaya lain yang terus menggelombung menjadikan mereka harus takluk dan menjadi “budak” budaya lain. Maka sudah saatnya bagi remaja Muslim untuk memacu diri melakukan gerilya besar dengan mengusung nilai-nilai Islam sehingga dia mampu mengendalikan diri untuk tidak terpancing apalagi larut dengan budaya-reliji lain. Generasi muda Muslim hendaknya mampu membangun benteng-benteng diri yang sulit ditembus oleh gempuran-gempuran perang pemikiran yang setiap kali akan mengoyak-ngoyak benteng pertahanan imannya.
Perlawanan budaya ini akan bisa dilakukan jika remaja Muslim mampu mendekatkan dirinya dengan poros ajaran Islam dan mampu melakukan internalisasi diktum-diktum itu ke dalam kalbu, dan sekaligus terkejawantahkan ke dalam aksi. Remaja Muslim yang mampu menjadikan keimanannya “hidup” akan mampu bergumul dan bahkan memenangkan pertarungan yang sangat berat di hadapannya. Remaja Muslim yang dengan setia menjadikan Al-Quran dan Hadits sebagai panduan hidupnya akan mampu menjadi seorang Muslim tahan banting dan imun terhadap virus budaya global yang mengancam identitasnya.
Seorang remaja Muslim yang menjadi the living Quran akan mampu melakukan kontra aksi terhadap semua tantangan yang dihadapinya. Dia akan mampu menangkis serangan informasi satu arah yang kini datang dari Barat.
Apa yang mesti dilakukan oleh kalangan muda Islam di zaman serba kompleks ini?
Dalam pandangan saya tidak ada yang lebih baik untuk dilakukan kecuali kita semua kembali merapatkan jiwa dan kesadaran kita ke akar norma agama kita sendiri, lalu kita gali sedalam-dalamnya, kita renungkan semaksimal mungkin, kita aplikasikan dalam hidup ini. Dan kita pasarkan ajaran-ajaran Islam itu dengan sepenuh raga dan jiwa. Hanya dengan spirit berjuang yang tinggi dan komitmen yang kuat remaja Muslim akan lahir kembali dalam sosok yang cemerlang dengan Islam sebagai panji.***
- Penulis adalah Alumni International Islamic University, Islamabad, Pakistan
Assalamu’alaikum…
Adik-adik dan temen alumni di UKDM UPI…
Alhadulillah dengan adanya wadah ini bisa mempererat tali silaturahmi.
Perkenalkan ane Thohir Ma’ruf PT XI di UKDM. Alumni Mesin 1997. Di UKDM pernah diamanahi sebagai Ketum.
Mudah-mudahan tali silaturahmi ini bisa menjadikan kita lebih dekat dan taat kepada Allah SWT.
-Salam-
kapan ukdm ngadain kajian lagi? Kalau bisa ustadz Hanan Attaqi. Dijamin Bagus kajiannya.
|
|
Comments
Leave a comment Trackback